Jumat, 02 Desember 2011

Cerpen "Hari Special"


          2 November 2010, hari ini adalah ulang tahun mu, hari ulang tahun orang yang paling ku sayangdi dunia ini, hari yang sangat ku tunggu-tunggu, dank u harap aku masih bisa merayakannya bersamamu. Semua rencana dan hadiah telah ku persiapkan dari sebulan yang lalu, itu karena aku tak mau ada hal yang kurang di hari special mu ini, aku tak mau membuat mu kecewa.
          Semalaman aku rela bergadang bahkan sampai tak tidur untuk mempersiapkan hadian untuk mu. Ku kemas dank u hias kado untuk mu seindah mungkin. Dan tepat pada jam 12 malam, aku segera mengirim pesan lewat telepon genggam ku untuk mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-18 padamu. Ku harap akulah orang pertama yang mengucapkannya padamu, aku tak rela jika ada orang lain yang saying dan perduli padamu melebihi aku.
          Keesokan harinya, aku sengaja tidak menenmui mu di sekolah, aky ingin membuat surprice untuk mu. Hari ini aku sangat gugup, perasaan ku bercampur aduk, ada rasa senang, rasa antusias, dan rasa takut. Aku takut semua rencana ku gagal, aku takut semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Tapi dengan dorongan dan bantuan dari teman-teman ku, aku yakin semuanya akan berjalan indah dan mengesankan untuk mue dan pastinya untuk ku juga.
          Jam menunjukkan pukul 12.00, aku harap-harap cemas menunggu bel pulang sekolah. Aku sudah tidak sabar untuk menjalankan rencanaku meski ada rasa cemas dan gugup. Semuanya telah ku siapkan, mulai dari tepung, surat tipuanku, kado, sampa kue ultahnya. Akhirnya bel pulang sekolahpun berbunyi, aku dan teman-teman kupun segera menjalankan rencana, aku bersembunyi di kelas agar tak bertemu dengan mu, sms dari mu pun tak aku balas.
          Setelah lama menunggu di sekolah, tepat pada pukul setengah 3 sore, kau tiba di sekolah, lalu salah satu teman ku memberimu surat dariku yang mengatakan bahwa aku mendadak telah pindah ke Malang sepulang sekolah tadi. Aku tau perasaanmu saat itu, akupun pernah merasakannya. Setelah ku rasa cukup, akupun naik ke atas untuk menemui mudengan membawa kue ulang tahun dan lilin dengan angka 18. Ku lihat kau sedang menangis di dalam kelas, aku tidak tega melihatnya, maka dari itu aku langsung masuk ke dalam kelas dan membuat surprice untuk mu. Pada saat itu kulihat sedih mu telah musnahtergantikan dengan senyum kebahagiaan, itulah saat terindah bagiku, dan takkan ku lupakan meski takdir tak mengizinkan kit bersama kelak.

0 komentar:

Posting Komentar